Kampar ,Harimaupagi.com – Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, S.Pi, M.H turun langsung melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan Pondok Pesantren Ma’had Islam Riau, Jalan Lintas Timur RT 02 RW 10, Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Kamis, 9 April 2026, sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Siak Hulu dalam mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional Tahun 2026 yang menjadi salah satu prioritas utama dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kompol Deni Afrial hadir didampingi Kanit Lantas Polsek Siak Hulu AKP J.P. Hasibuan, Panit Binmas Iptu Adi Zulfikar, serta Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru Aiptu Ady Suryono. Kehadiran tim yang lengkap ini mencerminkan keseriusan Polsek Siak Hulu dalam memantau dan mendampingi setiap titik program ketahanan pangan yang ada di wilayah hukumnya bukan sekadar kunjungan formalitas, tetapi bentuk pengawalan nyata terhadap program strategis nasional.
Lahan jagung pipil yang ditinjau berada di tanah milik Pesantren Ma’had Islam Riau pada titik koordinat 0.434558, 101.555207, dengan luas lahan 9.000 meter persegi dan menggunakan sekitar 10 kilogram bibit jagung pipil. Tanaman yang mulai ditanam sejak 31 Januari 2026 ini kini telah memasuki usia 69 hari dalam kondisi yang terpantau baik. Pemupukan telah dilakukan menggunakan kombinasi pupuk kandang dan pupuk kimia sebuah pendekatan yang memadukan kearifan pertanian organik dengan dukungan teknologi pertanian modern. Dengan kondisi pertumbuhan yang baik, prediksi waktu panen ditetapkan pada 20 Mei 2026.
Meski kondisi tanaman secara umum terpantau baik, pengecekan juga mengidentifikasi dua kendala yang perlu mendapat perhatian. Pertama, kurangnya curah hujan pada masa awal penanaman menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak merata di beberapa titik lahan. Kedua, pertumbuhan gulma yang terlalu cepat sempat menjadi ancaman bagi tanaman jagung namun kendala ini telah ditangani dengan dilakukannya penyemprotan racun gulma sehingga kondisi tanaman kembali terkendali dan pertumbuhan jagung dapat berjalan lebih optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Deni Afrial juga menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada pihak pesantren dan masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menggarisbawahi peran penting seluruh elemen masyarakat termasuk institusi pesantren dalam mendukung program Asta Cita pemerintah di bidang ketahanan pangan. Keterlibatan lahan pesantren dalam program pertanian jagung pipil ini menjadi simbol indah dari sinergi antara institusi pendidikan keagamaan dan program pembangunan nasional yang berdampak langsung bagi ketahanan pangan bangsa.
Pemanfaatan lahan Ponpes Ma’had Islam Riau untuk program jagung pipil ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa program ketahanan pangan nasional tidak hanya berjalan di lahan-lahan pertanian konvensional, tetapi juga merangkul berbagai institusi dan elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Dengan prediksi panen yang semakin dekat pada 20 Mei 2026, seluruh pihak kini menantikan hasil dari kerja keras yang telah dimulai sejak Januari, sebuah bukti bahwa ketika Polri, pesantren, dan masyarakat bersinergi, program ketahanan pangan bukan sekadar target di atas kertas, tetapi kenyataan yang bisa dipanen bersama. (MO/HMP/POL/SM)


















