Harimaupagi.com, Kampar – Riau | Komitmen jajaran Polri dalam mendukung penuh Program Swasembada Pangan Nasional Tahun 2026 terus diwujudkan secara nyata melalui berbagai aksi strategis di lapangan. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru, Aiptu Ady Suryono, yang turun langsung ke areal perkebunan warga pada Rabu (17/06/2026). Petugas melakukan monitoring intensif terhadap perkembangan tanaman jagung pipil di lahan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M).
Kegiatan peninjauan ini bertujuan utama untuk memastikan seluruh proses pertumbuhan vegetatif tanaman jagung berjalan secara optimal sesuai dengan target periodik pertanian. Selain memantau fisik tanaman, kehadiran personel Polsek Siak Hulu ini juga dimaksudkan untuk menginventarisasi berbagai kendala teknis yang dihadapi para petani di lapangan. Langkah pengawasan berkala ini merupakan bagian integral dari kontribusi Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.
Lahan pertanian potensial seluas 10 hektare yang dikelola secara kolektif oleh Kelompok Tani KOPPSA-M tersebut saat ini ditanami komoditas jagung pipil. Pola tanam yang diterapkan adalah sistem monokultur dengan menghabiskan draf kebutuhan benih sebanyak kurang lebih 160 kilogram. Berdasarkan catatan administrasi kelompok tani, komoditas ini telah ditanam sejak tanggal 9 Mei 2026 lalu, sehingga saat ini tanaman telah memasuki usia produktif sekitar 30 hari.
Hasil pengecekan visual menyeluruh di lapangan menunjukkan bahwa kondisi tegakan tanaman jagung secara umum tumbuh dengan karakteristik yang cukup sehat. Faktor lingkungan pendukung juga terpantau berada dalam kondisi yang sangat aman. Lokasi hamparan geografis areal pertanian KOPPSA-M ini dipastikan terbebas dari ancaman kerawanan bencana, seperti dampak genangan air maupun luapan banjir yang berpotensi merusak dan menghambat pertumbuhan tanaman.
Meskipun secara umum tumbuh subur, petugas di lapangan mendapati laporan adanya sebagian kecil tanaman yang mengalami fase pertumbuhan kurang maksimal. Kendala ini dipicu oleh minimnya intensitas curah hujan lokal pada masa awal penanaman beberapa minggu yang lalu. Mengantisipasi dampak penurunan kualitas, kelompok tani setempat saat ini gencar melakukan tindakan perawatan mandiri dan pola pemeliharaan ekstra intensif agar tanaman kembali normal.
Di sela-sela peninjauan demplot pertanian tersebut, Aiptu Ady Suryono juga memanfaatkan momentum untuk berdialog dan menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada para buruh tani. Bhabinkamtibmas mengajak seluruh elemen masyarakat dan kelompok tani untuk senantiasa menjaga stabilitas keamanan lingkungan secara swakarsa. Sinergitas bersama Polri wajib diperkuat guna menyukseskan program prioritas nasional Asta Cita, khususnya di sektor kemandirian pangan.
Apabila kondisi cuaca tetap bersahabat dan pola perawatan berkelanjutan ini berjalan konsisten, estimasi panen raya jagung pipil ini diperkirakan akan jatuh pada tanggal 19 Agustus 2026 mendatang. Output hasil panen tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi pasokan yang signifikan bagi ketahanan pangan daerah. Keberhasilan proyek tani ini juga diproyeksikan dapat mendongkrak roda perekonomian dan kesejahteraan para petani di Siak Hulu.
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Ramadhan, S.I.K., melalui Kapolsek Siak Hulu, Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H., menegaskan kehadiran Bhabinkamtibmas di sektor agraria adalah bukti transformasi pelayanan Polri. Korps Bhayangkara kini tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum semata, melainkan aktif sebagai dinamisator pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Polsek Siak Hulu memastikan pengawalan sektor pertanian warga akan terus berjalan kontinu hingga masa panen usai. (MO/HMP/POL/SM)
















