Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pimred Cakrarepublik.com Bongkar Dugaan Pencatutan Identitas, Nama Anggota Kodam/XIX Tuanku Tambusai Ikut Dicatut Oknum

22
×

Pimred Cakrarepublik.com Bongkar Dugaan Pencatutan Identitas, Nama Anggota Kodam/XIX Tuanku Tambusai Ikut Dicatut Oknum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Harimaupagi.com, Pekanbaru – Riau | Kasus pencatutan identitas yang menimpa Pemimpin Redaksi (Pimred) media online Cakrarepublik.com, Masdi, kini mulai menemukan titik terang benderang bagi publik. Kasus penyalahgunaan data pribadi tersebut diungkapkan secara transparan kepada jajaran awak media massa pada Selasa (23/06/2026). Setelah sebelumnya oknum tidak bertanggung jawab nekat memakai identitas pribadi Masdi untuk memeras uang, belakangan diketahui aksi kriminal tersebut turut menyeret nama institusi Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Masdi menegaskan bahwa tindakan lancung yang dilakukan oleh oknum penipu tersebut bukan hanya merugikan dirinya secara materiel dan imateriel selaku insan pers. Perbuatan melawan hukum tersebut dinilai telah mencoreng marwah nama baik institusi Kodam XIX/Tuanku Tambusai beserta jajaran komando teritorial di wilayah hukum setempat. Masdi mengutuk keras draf skenario manipulatif yang dirancang oleh pelaku kejahatan siber tersebut untuk mengelabui para korban di lapangan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten


Menurut Masdi, beredarnya narasi liar yang mencoba mengaitkan secara sepihak institusi Kodam XIX /Tuanku Tambusai dengan dugaan aktivitas pembiaran kejahatan kehutanan berupa illegal logging adalah hoaks. Isu tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan draf informasi yang sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dirinya memastikan adanya upaya pembunuhan karakter yang sengaja diembuskan oleh pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan publik.

Salah satu personel aktif jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai berinisial DV dilaporkan menjadi korban yang paling dirugikan akibat namanya dicatut dalam isu miring perambahan hutan tersebut. Faktanya, Dv sama sekali tidak terlibat dalam pusaran bisnis haram illegal logging. Dalam melancarkan draf aksi penipuannya, pelaku diketahui menggunakan rekening Bank BRI nomor 336801036831535 atas nama Juwita Sari dan rekening Bank BRI nomor 540501018763530 atas nama Minal Rizki.

“Dengan adanya draf klarifikasi resmi ini, saya tegaskan bahwa pihak Kodam XIX/Tuanku Tambusai sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan illegal logging di wilayah mana pun. Informasi yang sempat beredar sebelumnya diduga kuat merupakan bagian dari skenario busuk oknum penipu untuk memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi,” ujar Masdi memberikan konfirmasi tertulisnya.

Ia menjelaskan lebih mendetail mengenai modus operandi pelaku yang sengaja mencatut identitas dirinya selaku wartawan senior, serta mengaitkannya dengan nama institusi militer strategis. Pola ini sengaja dimainkan pelaku guna membangun draf kepercayaan calon korban, memperkuat narasi palsu, serta menekan psikologis target agar bersedia mengirimkan sejumlah uang ke rekening penampung yang telah disiapkan.

Masdi menilai tindakan manipulasi informasi ini sangat berbahaya dan merugikan banyak pihak secara masif, terutama karena dapat menimbulkan persepsi negatif masyarakat terhadap institusi negara. Dirinya menjamin bahwa draf internal Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersih dari aktivitas ilegal. Justru oknum eksternal inilah yang telah merusak citra korps dengan membonceng nama besar institusi demi melancarkan syahwat penipuan.

Melalui rilis resmi yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Media Indonesia (DPP AMI) tersebut, Masdi mengimbau masyarakat dan mitra kerja pers agar tidak mudah percaya informasi sepihak. Publik diminta mengabaikan instruksi transaksional yang disampaikan melalui nomor kontak atau akun media sosial tidak resmi. Kunci utama menghindari draf penipuan digital adalah dengan selalu menerapkan prinsip verifikasi konfirmasi ulang (check and recheck).

Masdi berharap aparat penegak hukum (APH) dari jajaran kepolisian dapat segera mengusut tuntas perkara pencatutan identitas dan penipuan digital ini hingga ke akar-akarnya. Polisi didorong untuk melacak digital forensik pemilik rekening Bank BRI tersebut guna menelusuri motif utama serta aktor intelektual yang berdiri di belakang layar. Penegakan hukum yang progresif diperlukan agar memberikan draf efek jera dan menjaga ruang siber tetap aman. (MO/HMP/RILIS/SM)

Sumber: DPP AMI

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *