Harimaupagi.com, Siak Hulu – Kampar – Riau | Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru Polsek Siak Hulu, Aiptu Ady Suryono, melaksanakan pengecekan dan monitoring intensif terhadap perkembangan riil tanaman jagung pipil Kuartal II. Kegiatan peninjauan lapangan yang berlokasi di lahan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M), Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar tersebut dilaksanakan pada Selasa (04/08/2026). Langkah taktis ini diambil guna mengevaluasi kondisi komoditas pangan yang menjadi bagian program swasembada pangan tahun 2026.
Kegiatan pengecekan berkala di sektor agrikultur ini dilakukan berdasarkan draf instruksi Kapolsek Siak Hulu, Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H., guna mendukung penuh Program Asta Cita Pemerintah pusat di bidang ketahanan pangan. Personel kepolisian meninjau langsung hamparan lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di titik koordinat 0.374282,101.601344. Pengawasan melekat ini menjadi instrumen penting untuk memetakan dinamika produktivitas serta kendala riil yang dihadapi kelompok tani binaan di lapangan.
Berdasarkan data teknis penanaman yang dihimpun secara administratif, komoditas jagung pipil ini telah ditanam sejak tanggal 09 Mei 2026 lalu menggunakan pola tanam monokultur dengan jumlah bibit sebanyak 160 kilogram. Saat dilakukan pengecekan oleh petugas, usia tanaman jagung tersebut tercatat telah memasuki masa vegetatif 79 hari. Meskipun kondisi tanah secara umum dinilai baik dan berada pada kawasan yang bebas banjir, grafik pertumbuhan tanaman di lapangan dilaporkan tidak berjalan mulus.
Fakta pemeriksaan visual menunjukkan bahwa sebagian besar tanaman jagung mengalami kegagalan tumbuh. Masalah tersebut dipicu oleh kendala cuaca ekstrem berupa minimnya intensitas curah hujan lokal serta kondisi musim panas yang menyengat sejak awal masa tanam. Meskipun para buruh tani KOPPSA-M telah melakukan upaya perawatan ekstra serta penanaman ulang (penyulaman) terhadap tanaman yang kerdil dan mati, kondisi cuaca yang gersang membuat benih baru tersebut tetap tidak dapat berkembang maksimal.
Dampak dari banyaknya komoditas yang gagal tumbuh dan adanya proses penyisipan susulan menyebabkan tinggi tanaman jagung menjadi tidak merata di atas lahan 10 hektare tersebut. Berdasarkan draf kalkulasi tim evaluasi pertanian di lapangan, volume hasil panen diproyeksikan merosot tajam. Pihak pengelola lahan memprediksi luasan area yang berhasil dan siap dipanen secara optimal menyusut drastis, yakni hanya berkisar sekitar 3 hektar saja dari total luasan lahan semula.
Menyikapi fenomena kegagalan tumbuh tersebut, Aiptu Ady Suryono bergerak cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pangkalan Baru. Langkah koordinatif ini ditempuh guna mendiskusikan formula penanganan agronomi yang tepat untuk mengatasi masalah pertumbuhan jagung yang tidak merata. Di sisi lain, petani juga tetap gigih melakukan pemupukan kombinasi menggunakan jenis Urea, NPK, dan asam Humat, disertai penyemprotan hama, pembumbunan, serta pembersihan gulma.
Untuk melindungi sisa tanaman jagung pipil yang berhasil bertahan hidup dari ancaman eksternal, para petani terpantau telah merampungkan pemasangan tiang pagar jaring di sekeliling area kebun. Pagar pembatas tersebut difungsikan sebagai langkah preventif guna mengantisipasi serangan hama monyet liar yang kerap merusak ladang warga. Dengan kondisi pertumbuhan yang terbagi ke dalam beberapa fase usia akibat penyisipan, draf kalender panen dipastikan akan berlangsung secara bertahap yang diprediksi mulai bergulir pada 29 Agustus 2026.
Di sela-sela peninjauan demplot pertanian tersebut, Bhabinkamtibmas tetap aktif memberikan imbauan kamtibmas yang persuasif kepada para petani dan pengurus koperasi. Bripka Ady Suryono mengajak segenap elemen masyarakat dan pemerintah desa untuk mempererat hubungan kemitraan dengan Polri, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyukseskan ketahanan pangan nasional. Sinergitas yang solid dinilai menjadi draf modal sosial yang sangat krusial dalam menghadapi tantangan sektor agraria demi menjaga stabilitas ekonomi pedesaan. (MO/HMP/POL/SM)


















