Harimaupagi.com, Kampar – Riau | Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Siak Hulu, Polres Kampar, terus menunjukkan komitmen tinggi dalam mengawal dan menyukseskan program swasembada pangan nasional tahun 2026. Langkah taktis ini diwujudkan melalui pengawasan melekat secara berkala pada lahan pertanian produktif di wilayah hukumnya.
Aksi nyata tersebut ditunjukkan melalui peninjauan lapangan yang digelar pada Sabtu (13/06/2026). Kegiatan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil Kuartal I ini dipusatkan di atas hamparan lahan pertanian produktif milik masyarakat yang dikelola oleh Kelompok Tani Karya Mandiri, Jalan Kruing Raya RT 04 RW 16, Desa Pandau Jaya.
Agenda pengecekan fisik di areal perkebunan tersebut dilaksanakan langsung oleh Bhabinkamtibmas Desa Pandau Jaya, Aipda Jandri Sofyantoni, mulai pukul 10.00 WIB. Langkah monitoring ini digencarkan guna memastikan seluruh tahapan budidaya tanaman jagung berjalan optimal sesuai dengan target yang diharapkan.
Kapolres Kampar melalui Kapolsek Siak Hulu, Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H., menegaskan bahwa penguatan sektor pangan merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita pemerintah. Pihak kepolisian berkomitmen hadir mendampingi kelompok tani guna mengantisipasi segala kendala yang dihadapi di lapangan.
Berdasarkan data teknik di lokasi, proyek pertanian di atas lahan seluas 1 hektare ini memanfaatkan sebanyak 12 kilogram bibit jagung pipil. Komoditas yang mulai ditanam sejak 17 Februari 2026 tersebut kini resmi menginjak usia sekitar 66 hari, dan diprediksi siap memasuki masa panen raya pada bulan Juni 2026 ini.
Dari hasil pengamatan visual di lapangan, petugas mencatat adanya beberapa kendala teknis yang dihadapi para petani di areal lahan gambut tersebut. Pertumbuhan tanaman jagung terpantau belum merata karena kondisi tanah gambut memiliki tingkat keasaman yang masih tinggi atau kadar pH yang rendah.
Faktor cuaca berupa kurangnya curah hujan pada saat penanaman awal juga mengakibatkan sebagian tanaman mengalami kekurangan air, kerdil, hingga ada yang mati. Di samping itu, kelangsungan vegetasi jagung tersebut turut mengalami gangguan hama monyet yang mengakibatkan kerusakan fisik pada sebagian tanaman.
Guna memacu produktivitas dan memulihkan kondisi tanaman, kelompok tani Karya Mandiri terus berupaya melakukan pemupukan menggunakan kombinasi pupuk Urea dan Phonska. Selain itu, para petani juga melakukan tindakan pengendalian hama secara terukur dengan mengaplikasikan pestisida jenis Amabas dan Lanet.
Di sela-sela peninjauan kebun, Aipda Jandri Sofyantoni menyempatkan diri memberikan imbauan kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk terus menjaga sinergitas dengan Polri. Sinergi ini dinilai krusial untuk mendorong peran aktif warga dan pemerintah desa dalam membangun kemandirian pangan daerah. (MO/HMP/POL/SM)


















