Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Polsek Siak Hulu Gesit Cek Progres Proyek Swasembada Pangan, Lahan 10 Hektar KOPPSA-M Rampung Ditanami

34
×

Polsek Siak Hulu Gesit Cek Progres Proyek Swasembada Pangan, Lahan 10 Hektar KOPPSA-M Rampung Ditanami

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kampar ,Harimaupagi.com – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Siak Hulu menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mengawal stabilitas logistik di wilayah hukumnya. Langkah taktis ini diwujudkan melalui monitoring intensif terhadap progres program ketahanan pangan nasional di tingkat desa. Peninjauan rutin secara berkala tersebut menjadi instrumen penting guna memastikan seluruh tahapan budidaya tanaman pangan berjalan maksimal tanpa hambatan teknis.

Aksi pemantauan berkala tersebut direalisasikan pada Selasa (26/05/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di wilayah administrasi Kabupaten Kampar. Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, S.Pi, M.H melalui Personel Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru, Aiptu Ady Suryono, turun langsung ke lapangan mewakili otoritas kepolisian sektor setempat. Pengecekan kali ini menyasar perkembangan proyek penanaman komoditas jagung pipil Kuartal II yang berlokasi di area strategis pedesaan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Proyek agraris berskala besar ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara Polsek Siak Hulu dengan pihak Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M). Kerja sama taktis tersebut sengaja digenjot demi mendukung penuh program swasembada pangan tahun 2026 yang dicanangkan pemerintah pusat. Segenap unsur pimpinan kepolisian resor jajaran dipastikan ikut memantau pergerakan positif dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini.

Berdasarkan data teknis, progres penanaman di atas lahan milik KOPPSA-M Desa Pangkalan Baru ini menunjukkan capaian kemajuan yang sangat signifikan. Seluruh area lahan potensial dengan luas total mencapai 10 hektare kini dilaporkan telah rampung ditanami komoditas jagung secara menyeluruh. Hal ini menandai keberhasilan target penyelesaian penanaman jika dibandingkan dengan monitoring pada beberapa hari sebelumnya.

Manajemen kelompok tani setidaknya telah menghabiskan pasokan bibit jagung pipil berkualitas tinggi sebanyak 160 kilogram untuk memenuhi kuota lahan tersebut. Pola penanaman di lapangan menerapkan sistem monokultur guna mengoptimalkan serapan nutrisi tanah bagi tanaman. Sejauh ini, kondisi struktur tanah terpantau sangat subur, berada dalam status baik, serta berada di zona geografis yang bebas dari ancaman banjir.

Hingga hari ini, pertumbuhan tanaman jagung pipil tersebut tercatat telah resmi memasuki usia 16 hari sejak masa tanam perdana pada 9 Mei lalu. Berdasarkan kalkulasi matematis siklus hidup varietas tanaman, estimasi waktu panen raya diproyeksikan akan jatuh pada 19 Agustus 2026 mendatang. Dari hasil pantauan mata di lokasi, sebagian besar tunas jagung sudah mulai menyembul ke permukaan tanah dengan visual yang sehat.

Dalam kunjungan tersebut, petugas mendapati para buruh tani sedang sibuk bergotong-royong melakukan pemasangan barisan tiang di sekeliling area kebun. Pemasangan tiang tersebut difungsikan sebagai dudukan pagar jaring guna mengantisipasi potensi serangan hama monyet liar yang kerap merusak vegetasi. Langkah antisipasi preventif ini sengaja dikebut sejak dini agar tidak mengganggu fase pertumbuhan vegetatif tanaman jagung di lapangan.

Di sela-sela aktivitas pemantauan, Aiptu Ady Suryono turut berdialog interaktif serta menyampaikan maklumat imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dirinya mengajak pengurus koperasi beserta jajaran pemerintah desa untuk terus merapatkan barisan dalam mendukung Program Asta Cita Pemerintah. Sinergitas yang harmonis antara Polri dan masyarakat petani dinilai menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh. (MO/HMP/POL/SM)

Example 300250
Editor: Arm
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *