Kampar ,Harimaupagi.com – UPT Puskesmas Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih nilai sempurna 50 dari 50 dalam pelaksanaan visitasi penilaian yang digelar pada April 2026. Puskesmas yang dipimpin Kepala Puskesmas Aep Saepudin, SKM ini membuktikan bahwa komitmen terhadap kualitas pelayanan kesehatan bukan sekadar slogan melainkan kerja nyata yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Capaian nilai sempurna ini menjadikan Puskesmas Perhentian Raja sebagai salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama terbaik di Kabupaten Kampar yang layak menjadi teladan bagi puskesmas lainnya.
UPT Puskesmas Perhentian Raja saat ini melayani 5 desa di wilayah Kecamatan Perhentian Raja, menjangkau ribuan jiwa masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan berkualitas di tingkat primer. Dalam menjalankan fungsinya, puskesmas ini menyelenggarakan berbagai program pelayanan kesehatan komprehensif yang mencakup pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA), imunisasi, keluarga berencana (KB), penanganan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, pelayanan gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, serta pelayanan rawat jalan umum dan gigi seluruhnya dijalankan sesuai standar tupoksi puskesmas sebagai garda terdepan sistem kesehatan nasional.
Salah satu program unggulan yang menjadi kebanggaan Puskesmas Perhentian Raja adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan secara rutin bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Melalui program ini, warga dari 5 desa dapat mengakses pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, berat badan, tinggi badan, serta konsultasi kesehatan langsung dengan tenaga medis yang berpengalaman. Program CKG ini menjadi bukti nyata bahwa Puskesmas Perhentian Raja tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi aktif bergerak menjemput kebutuhan kesehatan masyarakat sebelum penyakit berkembang lebih jauh.
Tidak berhenti di situ, Puskesmas Perhentian Raja juga secara aktif melakukan kunjungan langsung ke desa-desa dalam program jemput bola yang mengedepankan pendekatan promotif dan preventif. Tim tenaga kesehatan turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan edukasi kesehatan yang menyasar berbagai isu penting mulai dari pentingnya PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, pencegahan stunting pada balita, deteksi dini penyakit tidak menular, hingga edukasi kesehatan ibu hamil dan menyusui. Pendekatan jemput bola ini memastikan informasi dan layanan kesehatan benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini sulit mengakses fasilitas kesehatan karena keterbatasan jarak maupun mobilitas.
Kepala Puskesmas Aep Saepudin, SKM., menegaskan bahwa nilai sempurna 50/50 yang diraih dalam visitasi adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh tim yang bekerja tanpa kenal lelah setiap harinya. Baginya, angka sempurna itu bukan sekadar prestasi administratif, melainkan cerminan dari kepercayaan masyarakat yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. “Nilai sempurna ini adalah amanah baru bagi kami. Kami tidak boleh berpuas diri justru ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar setiap warga yang datang ke puskesmas kami benar-benar merasakan manfaat yang nyata bagi kesehatannya,” ujar Aep Saepudin dengan penuh semangat.
Pencapaian luar biasa Puskesmas Perhentian Raja ini turut mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Ormas Lembaga Cakra Indonesia (LCI). Ketua Umum Ormas LCI, Sunggul Manalu, bersama Sekretaris Umum, Tri Wahyudi, hadir langsung mengunjungi UPT Puskesmas Perhentian Raja sebagai wujud penghargaan atas raihan nilai sempurna dalam visitasi dan atas dedikasi seluruh tenaga kesehatan yang melayani masyarakat sepenuh hati. Kehadiran pimpinan Ormas LCI disambut hangat oleh Kepala Puskesmas Aep Saepudin dan seluruh jajaran. “Nilai 50 dari 50 adalah pencapaian luar biasa yang tidak mudah diraih. Ini membuktikan bahwa di Perhentian Raja, ada tim kesehatan yang bekerja dengan standar tertinggi demi masyarakat. Ormas LCI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Puskesmas Perhentian Raja,” ujar Sunggul Manalu.
Sekretaris Umum LCI, Tri Wahyudi, menambahkan bahwa program CKG dan kunjungan jemput bola ke desa-desa yang dijalankan Puskesmas Perhentian Raja adalah contoh terbaik dari puskesmas yang benar-benar hidup dan bergerak bersama masyarakat bukan sekadar menunggu pasien di balik meja. Dengan nilai sempurna di tangan, program unggulan yang berjalan aktif, dan semangat pengabdian yang tidak pernah surut, UPT Puskesmas Perhentian Raja telah membuktikan bahwa kesehatan masyarakat adalah janji yang ditunaikan setiap hari dari desa ke desa, dari pintu ke pintu, tanpa henti. (MO/HMP/KES/SM)
Sumber : LCI-RIAU


















